Seni, Sulaman

Mengenal Sulaman Koto Gadang

Mengenal Sulaman Koto Gadang – Sulam Koto Gadang adalah teknik kerajinan menghias kain dengan benang, secara tradisional dilakukan oleh masyarakat Koto Gadang, sebuah desa di Koto, kecamatan keempat Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Jenis bordir ini berdasarkan pengetahuan masyarakat Jiangdong Jiadang untuk membentuk benang pada kain yang diturunkan dari generasi ke generasi. Karya ini sama sekali tidak menggunakan teknologi mesin, melainkan menggunakan peralatan sederhana dan mengandalkan keahlian.

Mengenal Sulaman Koto Gadang

 Baca Juga : Mengenal Sulaman Khas Pariaman Kepala Peniti

superziper – Sulaman Koto Gadang banyak terbuat buat riasan syal sampur, pakaian kurung, serta perlengkapan adat. Mayoritas corak bordir merupakan bunga serta daun. Hasil kerajinan bordir sudah jadi bagian keseluruhan busana adat wanita Koto Gadang. Pemakaian kain bordir akrab kaitannya dengan adat. Kain bertenun bercorak terang serta sulaman yang rapat dipakai buat keinginan perkawinan. Ada pula kain bercorak berumur serta sulaman yang tidak sering digunakan oleh wanita yang telah berkeluarga serta berumur lanjut. Meski pada dikala ini banyak timbul berbagai berbagai syal sampur, syal sampur bertenun sedang jadi opsi penting warga Koto Gadang buat digunakan dikala mendatangi beragam perhelatan.

Di antara metode sulaman Koto Gadang yang sedang dipakai dikala ini ialah metode sulaman” suji caia” serta” kapalo samek”. Bordir suji caia menunjukkan game nuansa warna benang yang silih berpadu( bahasa Minang: caia, maksudnya cair) alhasil menciptakan wujud bunga yang nampak hidup. Ada pula bordir kapalo samek( dari bahasa Minang, maksudnya kepala jarum biku) sebab dalam pembuatannya benang dikait serta ditarik hingga akhir jarum biku alhasil menciptakan wujud bundar di atas kain.

Wawasan serta keahlian membuat sulaman Koto Gadang diwariskan dengan cara bebuyutan, biasanya dari bunda ke anak wanita. Dikala ini, sedang banyak ditemui wanita Koto Gadang yang mempelajari sulaman serta apalagi menjadikannya selaku mata pencaharian bonus. Ciri sulaman Koto Gadang terdapat dari cara pembuatan, corak, serta perinci pengerjaan. Oleh sebab itu, sulaman ini mempunyai angka jual yang relatif besar, sampai menggapai jutaan rupiah per helainya. Tetapi, rumitnya pengerjaan membuat sulaman Koto Gadang dapat menginginkan durasi penanganan sampai 2 bulan.

Sejarah

Keahlian menyulam sudah bertumbuh di Koto Gadang paling tidak semenjak era ke- 16. Nyaris tiap rumah tangga di Koto Gadang, paling utama yang mempunyai anak wanita, cerdas menyulam. Wawasan menyulam diwarisi dengan cara turun temurun dari orang berumur ke anak. Dalam pemikiran adat, seseorang wanita ditatap terpandang bila perlengkapan yang digunakan dikala menikah, semacam syal sampur, merupakan hasil sulaman sendiri. Syal sampur bertenun Koto Gadang ialah bagian keseluruhan busana adat. Oleh sebab itu, tiap rumah tangga di Koto Gadang memiliki sedikitnya satu lembar syal sampur.

Pada awal mulanya, syal sampur bertenun Koto Gadang cuma digunakan oleh orang Koto Gadang serta tabu bila digunakan oleh orang di luar Koto Gadang. Apalagi, keahlian menyulam tidak diajarkan pada orang yang bukan asli Koto Gadang. Sulaman Koto Gadang mulai populer semenjak berdirinya Kerajinan Amai Loyal pada 1911. Dibuat oleh Roehana Koeddoes, sekolah itu mengarahkan berrnacam- macam keahlian rumah tangga buat wanita, tercantum menyulam, bagus buat wanita Koto Gadang ataupun dari luar Koto Gadang. Lama kelamaan, syal sampur bertenun Koto Gadang diketahui oleh orang serta apalagi banyak antaran hendak syal sampur itu. Salah seseorang kawan Roehana yang seseorang saudagar, Hadisah menjual hasil sulaman Koto Gadang ke istri pejabat- pejabat Belanda buat digunakan ataupun dikirimkan ke partner mereka di luar Minangkabau, ialah Eropa. Sedangkan itu, kawan Roehana yang lain, Rukbeny memberitahukan syal sampur bertenun Koto Gadang ke luar wilayah Sumatra Barat.

Semenjak Kerajinan Amai Loyal berdiri, aktivitas menyulam jadi pekeijaan yang disukai wanita Koto Gadang. Tidak hanya bisa menciptakan duit, profesi menyulam untuk wanita dikira selaku profesi yang agung. Wanita bisa bertugas di dalam rumah sembari mengurus keluarga. Dikala ini, sulaman Koto Gadang jadi produk yang dibidik wanita Paris serta Belanda. Walaupun tidak semacam era ke- 19, wanita Koto Gadang sedang menciptakan kain bertenun berbagai macam corak serta metode pengerjaan.

Artikulasi sulaman kadangkala disamakan dengan kerawang sebab mempunyai pertemuan. Perbedaannya terdapat pada hasil serta metode pengerjaannya. Bagi Ernatip, periset Gedung Pelanggengan Asal usul serta Angka Konvensional( BPSNT) Padang, artikulasi kerawang di Minangkabau sama dengan suatu kain yang mempunyai riasan yang terbuat oleh teknologi mesin, sebaliknya bila riasan digarap dengan keahlian tangan rnaka lebih diketahui dengan gelar sulaman. Bagus sulaman ataupun kerawang sedang senantiasa populer dalam warga Minangkabau selaku salah satu peninggalan era dulu sekali.

 Baca Juga : Cara Membuat Pakaian Rajut Tee KNIT

Peralatan dan bahan

Teknologi pembuatan sulaman Koto Gadang sedang memakai teknologi konvensional. Perlengkapan penting buat menyulam diketahui dengan julukan pamedangan. Ukurannya ialah 200 x 60 centimeter. Pamedangan dibuat dari kusen pada bagian kerangkanya. Keempat kusen dirangkaikan jadi 4 persegi jauh dengan pakis. Besar pamedangan ialah dekat 30 centimeter menjajaki dimensi standar yang mempermudah untuk penyulam buat bersandar bersimpuh atau meluruskan kakinya di dasar pamedangan pada dikala menyulam.

Buat menyulam kain yang berdimensi kecil, semacam saputangan, bunga pakaian, serta sarung alas hingga dipakai perlengkapan bernama ram. Ram berupa bulat dengan garis tengah berkisar 20 centimeter hingga 50 centimeter. Ram dibuat dari 2 buah besi atau kusen yang dibangun melingkar dengan memakai perlengkapan pengunci.

Perlengkapan penting dalam menyulam selanjutnya ialah kelos. Kelos berperan buat menggulung benang. Kelos dibuat dari batang kulit manis dengan jauh berkisar 15 centimeter hingga 20 centimeter. Jumlah kelos tergantung pada banyak warna benang yang hendak dipakai.

Ada pula perlengkapan tolong dalam membuat sulaman ialah karton manila ataupun kertas minyak buat membuat pola, kertas karbonium buat memindahkan pola, jarum jahit buat membuat berbagai macam tikam pada kain, serta gunting buat memutuskan benang. Kesederhaan perlengkapan membuat cara pembuatan sulaman Koto Gadang jadi lama serta kompleks dan menginginkan keahlian ataupun kemampuan dari penyulam sebab sekedar memercayakan profesi tangan serta bukan mesin.

Sedangkan itu, materi- materi yang dipakai buat menyulam ialah kain serta benang. Kain yang dipakai ialah seluruh tipe kain semacam katun, linen, sutra, ataupun wol. Dimensi kain yang standar merupakan 2 m buat jauh serta luas yang bermacam- macam dari 50 centimeter sampai 75 centimeter, namun dimensi luas yang standar merupakan 50 centimeter. Ada pula benang bordir bisa berbentuk benang mauline serta benang katun.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap