Berbagai Macam Tentang Menyulam

Berbagai Macam Tentang Menyulam – Kegiatan menyulam sering sekali dilakukan oleh para kaum wanita terutama ibu-ibu. Menyulam membutuhkan keahlian khusus, kesabaran serta keuletan tingkat tinggi. Menyulam merupakan salah satu aktivitas yang dapat melatih kesabaran dan juga kedisiplinan.

Hasil sulaman juga mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi dan banyak diminati sebagai hiasan salah satunya untuk taplak meja, pajangan dinding, tutup toples, hiasan baju, dan lain sebagainya. Hasil dari menyulam tentu sangat membantu perekonomian keluarga. Bahkan sangat cocok jika dikoordinir dengan baik untuk kegiatan para ibu-ibu pengajian.

– Motif-motif Menyulam
Menyulam biasanya dilakukan diatas kain polos. Ketika Anda akan menyulam pastikan Anda memilih warna kain yang netral. Diantara kain yang cocok digunakan untuk menyulam seperti warna putih, hitam, biru, merah marun dan lain sebagainya.

Motif menyulam sangat banyak dan beraneka ragam. Biasanya motif sulam sesuai dengan fungsi dari sulaman tersebut. Berikut ini adalah motif-motif sulaman yang sering dibuat oleh salah satu anggota judi bola yang hasilnya di jual secara online, yaitu:

• Bunga
Motif bunga biasanya sering sekali digunakan khususnya jika akan membuat taplak meja, sarung bantal gorden dan lain sebagainya. Selain dapat diterapkan untuk berbagai macam hiasan motif ini merupakan yang paling mudah jika dibandingkan ketika membuat motif atau bentuk yang lain
Jika Anda sedang dalam proses belajar maka sebaiknya dimulai dengan membuat motif bunga terlebih dahulu. Buatlah motif bunga yang paling sederhana.

• Motif pemandangan
Motif pemandangan juga banyak digunakan. Biasanya motif ini diaplikasikan sebagai hiasan dinding atau sarung bantal kursi maupun sofa. Untuk membuat motif ini Anda memerlukan benang dengan jumlah warna yang lebih banyak dibandingkan jika membuat motif bunga. Selain itu Anda perlu untuk lebih teliti dan fokus ketika membuatnya.

Motif pemandangan biasanya tentang laut, sungai, air terjun, hutan, taman dan lain sebagainya. Jika membuat motif ini pastikan Anda membuatnya dengan teratur agar hasil yang Anda peroleh lebih rapi dan bagus.

• Motif geometris
Motif selanjutnya yang biasanya digunakan untuk menyulam yaitu motif geometris. Biasanya motif ini paling banyak diaplikasikan untuk taplak meja, sarung bantal atau hiasan dinding. Motif jenis ini sangat cocok jika digunakan untuk rumah dengan model minimalis dan juga klasik.

Dalam menyulam Anda tidak boleh sembarangan. Perlu bekal khusus untuk membuat hasil sulaman yang bagus dan mempunyai harga jual tinggi. Jika perlu Anda harus belajar dengan orang-orang yang sudah lama berpengalaman dan terlatih dalam dunia menyulam.

– Bekal Penting Untuk Membuat Sulaman
Ada beberapa bekal yang perlu Anda perhatikan jika ingin mempunyai kemampuan menyulam tingkat tinggi. Adapun bekal itu adalah sebagai berikut:

• Kuasai teknik menyulam
Sebelum menyulam pastikan Anda mengetahui secara detail tentang teknik-teknik yang digunakan untuk membuat sulaman. Karena menyulam mempunyai banyak teknik tusukan yang berbeda. Agar hasil sulaman Anda bagus dan rapi maka penting untuk menguasai teknik tusukan menyulam tersebut. Untuk mempelajari teknik tersebut banyak cara yang dapat Anda lakukan diantaranya seperti belajar melalui youtube, internet bahkan mengambil kursus menyulam.

• Pelajari jenis benang dan cara memadukan warna
Selain teknik tentang tusuk sulam yang harus Anda pelajari penting juga mempelajari tentang jenis-jenis benang. Karena benang sulam sangat banyak jenisnya dengan berbagai macam tekstur dan juga harga. Ada jenis benang yang mempunyai tampilan lebih mengkilap, halus dan lain sebagainya.

Ilmu tersebut sangat penting terutama dalam hal menyelaraskan warna benang satu dengan yang lain. Karena hal tersebut sangat menentukan hasil akhir dari sulaman yang Anda buat.

Jika Anda ingin menjadi pennyulam handal dengan kemampuan yang luar biasa wajib mengetahui tentang berbagai macam motif dan juga mempunyai bekal yang cukup. Semoga berhasil.

Jenis-jenis Tusukan pada Kerajinan Tangan Menyulam
Artikel Blog Seni

Jenis-jenis Tusukan pada Kerajinan Tangan Menyulam

Jenis-jenis Tusukan pada Kerajinan Tangan Menyulam – Menyulam menjadi salah satu kerajinan tangan yang bisa dilakukan oleh siapapun. Dimana keterampilan ini akan mengombinasikan antara benang, pitra payet dan benda-benda lainnya yang tujuannya untuk menghasilkan keindahan. Ketika Anda ingin menyulam, ada banyak teknik yang bisa dilakukan, setidaknya terdapat 80 teknik sulaman yang bisa digunakan untuk menghasilkan suatu karya yang indah. Namun dalam pembahasan kali ini hanya akan dibahas beberapa saja. Apa saja? Simak ulasannya sampai selesai ya!

Teknik Dasar dalam Menyulam yang harus Diketahui

– Tusuk Tikam Jejak

Ketika Anda menyulam, tusuk tikam jejak merupakan tusuk yang dikerjakan dengan teratur pada jaraknya yang kecil. Apabila dilihat dari atas, maka hasilnya akan menyerupai seperti jahitan mesin, sedangkan apabila dilihat dari bawah, maka akan tampak seperti jahitan rangkap. Tusuk tikam jejak bisa digunakan untuk mengganti jahitan mesin.

– Tusuk Jelujur

Tusuk jelujur merupakan tusuk sangat sederhana dari tusuk yang lain dan pengerjaannya pun bisa cepat diselesaikan. Anda hanya perlu menusuk benang dari atas ke bawah, lalu dari bawah menuju ke atas dan selanjutnya seperti itu. Biasanya, tusuk ini akan digunakan untuk membuat jahitan yang bersifat sementara dan belum dijahit di mesin. Sebaiknya, dikerjakan mulai dari kanan menuju kiri.

– Tusuk Feston

Tusuk Feston sering juga disebut dengan tusuk selimut. Sebab, biasanya tusuk ini terdapat pada selimut bayi. Tusuk ini biasa digunakan untuk menyelesaikan pinggiran tas atau bahasa lainnya yaitu digunakan untuk menggantikan mesin obras. Tidak hanya itu, tusuk ini juga biasanya akan dipakai untuk menghias bagian tepi kain dan akan digunakan pada pengerjaan kerajinan tangan yang terbuat dari flannel.

-Tusuk Flanel

Tusuk Flanel akan digunakan untuk mengeson atau mengelim pinggiran pakaian yang diobras, dengan bentuk seperti zig-zag namun bersilangan antara atas dan bawahnya.

Tusuk Batang
Tusuk batang biasanya disebu juga dengan tusuk tangkai karena mirip seperti tali tambang. Tusukan ini dilakukan dengan cara mundur dari kiri ke kanan. Apabila And amembuat tusuk ini, maka harus memastikan bahwa letak benang tetap dari mulai pengerjaan hingga selesai. Agar mengetahui rapi atau tidaknya tusuk ini, maka Anda bisa melihat bagian bawah. Hasil tusuk batang baik jika tampak seperti tusuk tikam jejak yang sangat rapi di bagian bawahnya.

-Tusuk Ranting

Biasanya tusuk ranting akan memberikan efek satu arah dan terdapat banyak variasinya, mulai dari tusuk ranting rantai, tulang daun, ranting tertutup dan lain sebagainya. Jenis tusuk ini muncul pertama kali pada abad ke-19 di Inggris, dimana dipakai untuk menghias piama.

-Tusuk silang

Tusuk silang atau yang biasa disebut kruisteek merupakan tusukan yang cara pengerjaannya menyilang-nyilang dengan dua arah yang menyerong. Hasil sulamamnya akan seperti tanda silang yang menyambung teratur dengan jarak yang disesuaikan dengan keinginan Anda. Namun disarankan, pengerjaan tusuk ini dilakukan pada kain yang benang tenunannya dapat dihitung seperti bahan strimin.

-Tusuk rantai

Tusuk rantai akan terlihat seperti sambung menyambung. Penyelesaian tusuk ini harus sediki longgar, apalagi jika yang dikerjakan adalah garis lengkung. Biasanya, tusuk ini akan berperan sebagai pengisi sulaman yang kemudian akan ditutup menggunakan tusuk balut.

-Tusuk Holben

Tusuk holben biasa dikerjakan pada kaiin yang benang pakannya maupun benang lungsinnya mudah dihitung. Setiap bari tusukan ini pengerjaannya dilakukan dua kali atau bolak-balik.

-Tusuk Pipih

Tusuk pipih pengerjaannya lurus dari atas menuju bawah atau sebaliknya dan akan memberi kesan sedikit miring. Tusuk ini biasa disebut dengan tusuk satin akibat dari lembutnya permukaan seperti satin.