Seni

Menyulam kristik Yang Selalu Asyik

Menyulam kristik Yang Selalu Asyik – Menempuh kegemaran untuk sebagaian orang ialah perihal yang mengasyikkan. Terlebih kegemaran itu bisa dijadikan tanah upaya. Ilustrasinya merupakan kerajinan bordir ataupun kristik.

Menyulam kristik Yang Selalu Asyik

 Baca Juga : Teknik Menyulam Kain Jepang Yang Berhasil Diaplikasikan Jadi Motif Sneakers

superziper – Banyak orang yang berasal dari kegemaran, saat ini berhasil mendapat cuan dari kerajinan ini. Kristik ataupun dalam bahasa Belanda kruissteek merupakan seni sulam dengan metode tikam silang.

Triknya dengan mengenakan jahitan benang bersilangan membuat graf X di atas kain anyaman sekelas. Seni sulam ini dapat dikreasikan buat membuat bermacam berbagai pola corak mulai dari bunga, gedung, wujud orang, binatang serta lain serupanya.

Salah satu perajin kristik yang membuka upaya dari kegemaran merupakan Rina Regina asal Jakarta. Rina mempelajari kerajinan kristik semenjak tahun 2010. Beliau mematok kerajinan kristik dengan harga Rp 250. 000 per pieces. Harga itu belum tercantum bayaran buat membingkai kristik.

Produk kristik yang dihasilkannya lumayan beraneka ragam, semacam riasan bilik, alas meja meja serta lain- lain. Bagi Rina, durasi yag diperlukan dalam cara pembuatan kristik lumayan lama. Sebab wajib disulam buku petunjuk, kerajinan ini menginginkan akurasi.

Kerajinan kristik itu lumayan lama, jika alat kainnya besar itu dapat menyantap durasi 2- 3 bulan,” nyata Rina.

Terpaut pola ataupun lukisan yang hendak disulam, Rina banyak mencari ilham melalui internet. Apabila menciptakan pola yang diperkirakan laris di pasaran ia hendak memproduksinya. Buat pembuatan polanya sendiri beliau hendak instruksi ke pabrik kain.” Karena pola di kita kan itu kain tipe Aida, jadi ibu- ibu yang bordir tidak butuh menghitung- hitung lagi,” nyata Rina.

Menjelang Idul Fitri, Rina berterus terang usahanya terus menjadi marak disukai konsumen. Mayoritas mereka membeli dekorasi untuk membuat cantik bidang dalamnya rumah dikala memperingati Idul Fitri.” Umumnya 2 sampai 3 bulan saat sebelum Idulfitri permohonan senantiasa naik,” tutur Rina.

Perajin kristik lain merupakan Febriana Nariswari yang lazim disapa Udang kering. Perempuan yang tinggal di Yogyakarta ini telah memahami kristik semenjak sedang bersandar di SMP. Tetapi semenjak satu tahun terakhir, beliau mulai teratur membuat kerajinan kristik serta memasarkannya dengan cara online.

Muncul lagi

Kerajinan kristik sendiri memanglah telah terdapat semenjak lama. Kristik ini juga diyakini jadi cikal akan dari kerajinan kerawang. Lama karam, kerajinan ini mulai timbul lagi ke dataran. Salah satunya melalui alat sosial.

Dikala ini, Udang kering menjual kerajinan kristik berbentuk cantolan bilik ataupun hoop art yang dijual mulai harga Rp 20. 000 per buah. Ada pula produk paketan yang terdiri atas 2 produk kerajinan dengan harga Rp 125. 000 per paket.

Harga kerajinan kristik didetetapkan bersumber pada dimensi serta kekalutan corak. Sebagian corak yang teratur beliau penciptaan antara lain corak cup cake, flamingo, serta teko.” Buat corak itu inspirasinya betul sering- sering Googling saja serta dari pinterest( alat sosial),” tutur Udang kering.

Dekorasi bilik kristik ini beliau untuk dalam sebagian dimensi ialah garis tengah 12 centimeter, 16 centimeter, serta 25 centimeter. Tidak hanya produk ready stock, beliau pula menyambut costumized instruksi. Pelanggan dapat memesan corak sendiri bagus berupa catatan ataupun corak yang lain.

Sebagian kali Udang kering pula luang menjual produknya buat dijadikan cenderamata dalam jumlah banyak. Tidak memerlukan durasi lama untuk Udang kering menuntaskan kerajinan kristik. Satu dekorasi bilik dapat diselesaikannya dalam satu jam sampai 3 hari. Lama pembuatan terkait pada tingkatan kekalutan corak serta dimensi produk.

Perlengkapan yang diperlukan juga tidak banyak. Udang kering bilang, beliau cuma butuh mempersiapkan benang bordir, jarum, gunting, kain strimin, dan ring buat meregangkan kain.” Sesungguhnya modalnya tidak banyak, dekat Rp 15. 000- Rp 20. 000, yang mahal itu pengerjaannya,” tutur Udang kering.

Tidak hanya kristik, Udang kering pula menciptakan produk embroidery ataupun sulaman yang mendekati dengan kerawang. Umumnya buat produk ini Eby memakai kain katun serta blacu. Produk bikinan Udang kering sampai dikala ini telah sempat dikirim nyaris ke semua area di Indonesia. Dalam sebulan, beliau dapat menjual lebih 100 produk.” Menghadap Idulfitri pemasaran bertambah,” ucapnya.

Pengrajin yang lain merupakan Ingnawaty Liono di Jakarta Utara. Mengawali upaya semenjak 2004, beliau memulainya dari main- main memuat durasi senggang sambil melaksanakan kegemaran kerajinan tangan.” Sehabis memahami terdapat metode bordir kristik dari sahabat, aku pelajari,” ucapnya.

Diakui, metode kristik mempunyai tingkatan kesusahan tertentu. Serta tidak seluruh orang dapat melaksanakannya. Karena, dikala sulam wajib menjajaki pola, dimensi serta memakai benang aneka warna yang beraneka ragam.” Memerlukan akurasi serta wajib dapat baca pola,” ekstra Ingnawaty.

Baca Juga : Metode Dalam Membuat Origami Kodok dari Kertas Lipat

Berlainan dengan melekatkan, kristik mempunyai sebagian metode bordir semacam full stitch, half stitch, quarter stitch serta french knot. Prosesnya nyaris serupa dengan dijahit tetapi mencampurkan benang warna dengan pola yang terdapat.

Pola ataupun sketsanya sendiri mayoritas panorama alam, animasi, gambar sampai boneka. Bagi ia, yang sangat susah cara pengerjaan merupakan kristik dengan benang metalik sebab kerap putus serta benangnya kusut.

Pada umumnya cara pengerjaan kristik dimensi 20 centimeter x 20 centimeter sepanjang 5 hari. Sedangkan sangat kecil dimensi 7 centimeter x 7 centimeter menyantap durasi satu hari. Harga yang dihargai berkisar Rp 300. 000- Rp 1, 5 juta cocok dimensi.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap