Teknik Dasar Menyulam

Teknik Dasar Menyulam – Bordir merupakan salah satu metode mengolah bahan benang menjadi kain yang lebih indah. Sulaman berasal dari kata “ngabordel” dalam bahasa Dan yang artinya menghiasi kain dengan benang berwarna. Teknik dasar sulaman mirip dengan teknik dasar tenun lepas yaitu renda. Sulaman tangan lebih dihargai daripada sulaman mesin, karena teknik tertentu tidak dapat ditiru oleh mesin.

Teknik Dasar Menyulam

 Baca Juga : Sejarah Perkembangan dan Proses Pembuatan Sulaman Karawo Khas Gorontalo

superziper – Selain menikmati reputasi besar di luar negeri, sulaman juga dikenal luas di seluruh dunia, disebut sulaman. Menurut kategori bahannya terdapat beberapa jenis divisi bordir, yaitu:

Sulam pita (jahitan bordir)

Pita selaku materi dasar membordir telah populer semenjak era ke- 17. Membordir memakai materi dasar pita memiliki sebagian julukan ialah Embroidery Stitch serta Ribbon Embroidery. Perbandingan membordir dengan pita serta membordir dengan lazim ada pada materi serta polanya. Bordir pita sendiri terdiri dari 2 tipe gerakan bersumber pada asalnya, ialah:

Sulaman pita Jepang

Sulaman pita dari negara bunga sakura ini tidak berlainan jauh dengan sulaman pita

pada biasanya. Satu-satunya perbedaan adalah bahan pita. Pekerjaan sulam pita Jepang biasanya dicoba pada kosmetik setiap hari. Metode dasar membordir pita yang dipakai bordir pita jepang merupakan french knot, flying stitch, serta chain knot. Uraian hal metode dasar membordir itu hendak dipaparkan di bagian selanjutnya.

Sulam Pita Eropa

Sulaman pita Eropa sangat kontras dengan sulaman pita Jepang. Ketidaksamaanya ada pada ceruk kegiatan yang dipunyanya. Cara diawali dari merangkai pita terlebih dulu kemudian dieratkan. Sehabis itu terkini disulam pada produk yang di idamkan, perbedaannya ada pada tahap dini pengerjaannya. Sulaman pita Eropa memakai pita tipe Organdi. Hasil dari sulaman pita Eropa diantara lain merupakan corsage, riasan bilik, riasan tas, busana, serta lain- lain.

Sehabis mengenali tipe- tipe alirannya, berikutnya merupakan penataran prosesnya. Selanjutnya cara pengerjaan pita bordir:

1. Jahitan belakang

Teknik dasar jarum sulam adalah sulaman sederhana. Tujuan dari bahan ini adalah menggunakan dua pita sekaligus. Biasanya digunakan untuk menggambar atau menulis. Metode dasar pola jahitan belakang adalah:

Tarik jarum ke titik A, lalu masukkan jarum ke titik B di sebelah kanan titik A.
Tarik jarum ke titik C di sisi kiri titik A, dan tusuk di titik A.
Ulangi pekerjaan dari kanan ke kiri hingga desain yang diinginkan tercapai.

2. Stem Stitch

Pemakaian metode dasar membordir pita stem stitch dipakai buat membuat cabang, batang, anak cabang bunga, serta daun. Cocok namanya, stem yang ialah bahasa Inggris yang berarti batang. Berkut metode memakai metode dasar membordir stem stitch:

Tahap awal, tikam jarum dari dasar serta raih jarum keatas dataran kain di titik A.

Sehabis itu tikam jarum di titik C serta keluarkan di tiik B( ditengah- tengah antara titik A- C).

Raih jarum dengan bagus sampai rapat tercipta satu sulaman.

Tikam jarum di titik terkini ialah titik D( Dekat 1 centimeter dari B), serta dikeluarkan pada titik C.

Raih jarum kembali, hingga hendak tercipta 2 sulaman.

Lanjutkan dengan metode yang serupa hingga membuat jauh yang di idamkan.

3. Feather Stitch

Metode dasar membordir Feather Stitch bermanfaat buat membuat cantik susunan bunga dengan membuat ranting- ranting. Materi yang dipakai metode dasar membordir ini merupakan pita sati ataupun organdi berkuran 1 atau 8 inci. Selanjutnya metode membuat pola Feather Stitch:

Mulai dengan menarik benang di titik A. Setelah itu menusuk jarum di titk B, posisi titik sekelas dengan titik A

Menghasilkan jarum pada titik C. Raih jarum sampai sulaman yang tercipta menyamai graf V.

Menikamkan jarum di titik D yang letaknya sekelas dengan titik C, serta keluarkan di titik E.

Raih jarum kembali sampai tercipta graf V yang beralih ke arah kanan

Tusukkan kembali pada titik F yang letaknya sekelas dengan titik E serta keluarkan jarum di titik Gram.

Raih jarum kembali sampai tercipta graf V yang beralih ke arah kiri

Lanjutkan sampai membuat konsep yang di idamkan

4. French Knot

Pola French Knot amat populer hendak gunanya yang membuat bunga mimosa ataupun bunga lain yang berupa bundar. Metode dasar membordir ini serupa semacam Feather stitch, memakai pita sati berdimensi 1 atau 8 inci. Metode membordir dengan French Knot, ialah:

Diawali dengan menarik pita kepermukaan kain.

Membuat simpul dengan pita serta masukkan jarum dalam simpul.

Raih sampai jarum dengan akrab alhasil pita terikat.

Tusukkan jarum kebawah kain sembari menahan pita dengan tangan kiri supaya jalinan( knot) senantiasa cepat.

5. Straight Stitch

Membuat metode dasar membordir Straight Stitch amat simpel. Materi yang dipakai pola ini merupakan dengan pita yang berdimensi 1 atau 4 inci. Selanjutnya metode buat mempraktikkan pola straight stitch:

Awal, jaruk ditarik ke dataran kain titik A.

Sehabis itu tikam kembali pada titik B.

Atur posisi pita dengan apik alhasil satu kelopak tercipta.

Ulangi, raih kembali jarum pada titik A.

Tikam jarum pada titik C, alhasil 2 kelopak tercipta dengan posisi berlainan.

Ulangi tahap sampai membuat kelopak cocok konsep yang diinginkan

Bila telah berakhir hingga ikat sulaman, serta jadilah sekuntum bunga.

6. Ribbon Stitch

Metode dasar meyulam Ribbon Stitch memakai pita organdi yang berdimensi 1 atau 2 inci. Serupa dengan straight stitch, tujuan ribbon stitch merupakan membuat sulaman bunga. Perbedaannya ada pada perlengkapan yang dipakai, ialah jarum serta besi tajam. Selanjutnya ialah metode buat melaksanakan Ribbon Stitch, ialah:

Tusukkan besi tajam kemudian raih pita ke dataran pada titik A.

Menikamkan besi tajam pada pita serta kain, lebih persisnya pada tempat jarum hendak ditusukkan. Sehabis itu tusukkan jarum pada antara yang ditusuk besi tajam( titik B).

Raih kebawah jarum alhasil ujungnya membuat bulatan yang bagus.

Pita kembali ditarik pada titik A ataupun bersebelahan dengan metode yang serupa semacam membuat sulaman awal. Atur wujud kelopak cocok yang kita mau dengan tangan kiri, sehabis itu jarum kembali ditusukkan pada titik C.

Raih jarum sampai membuat akhir cocok yang kita mau. Ulangi, alhasil membuat 5 kelopak bunga.

7. Lazy Daisy

Metode dasar membordir Lazy Daisy memakai pita organdi dimensi 1 atau 4 inci. Daisy semacam yang dituturkan, hasil pola ini hendak membuat bunga daisy. Selanjutnya metode buat buatnya:

Menarik jarum dipermukaan kain di titik A.

Jarum kembali ditusuk pada titik A serta raih ke dasar sampai membuat bundaran dengan dimensi cocok yang di mau.

Jarum ditarik kembali pada titik B, di akhir bulatan bunga.

Sehabis ditarik hingga tusukkan lagi diatas titik B, semacam mengikat akhir bulatan. Raih jarum hingga membuat kelopak bunga.

Ulangi metode itu serta untuk kelopak bunga yang lain.

Ulangi kembali sampai membuat 5 kelopak, hingga hendak tercipta bunga daisy.

8. Spider Website Rose

Metode dasar membordir Spider Website Rose memakai pita yang dirangkap. Pemakaian pita itu dipakai buat membuat rongga- rongga tiap simpulnya, membuat semacam petarangan galagasi. Materi yang dipakai merupakan pita Organdi dimensi 1 atau 8 inci pula memakai benang.

Awal 2 lubang kecil terbuat pada titik B. Pada lubang itu, masukkan benang diantara kedua lubang dengan betul. Setelah itu jarum ditusukkan dengan berkedut pada titik A ialah pusat kerangka.

Jarum ditarik pada titik C kemudian ditusukkan kembali pada titik A, kurang lebih 1 centimeter dari titik C, sehabis itu simpul dilonggarkan. Ulangi dengan metode menarik jarum pada titik D. Menuntaskan sulaman terakhir.

5 garis sulaman sudah tercipta semacam petarangan galagasi yang longgar. Berikutnya untuk tusukkan kecil dibagian dasar kain pada akhir jahitan. Ikatkan benang 2 kali diantara tusukkan itu.

Dekat pusat kerangka, raih pita itu. Putarkan pita dengan arah jarum jam. Putar dengan pola pita diatas serta dibawah dengan cara bergantian. Putar lalu hingga simpulnya mengitari kerangka.

Ulangi hingga menutupi bagian yang lain. Selesaikan serta bunga dengan metode dasar membordir spider website rose sudah tercipta.

Baca Juga : Memahami Aliran Romantisisme 

9. Leaf Stitch

Metode dasar membordir Leaf Stitch memakai pita organdi dimensi 1 atau 8 inci. Metode buatnya merupakan:

Jarum ditarik pada akhir daun pada lukisan kain. Jalani pola straight stitch buat bagian akhir daun.

Sehabis itu jarum ditarik pada titik A kemudian ditusukkan pada titik B. Kemudian jarum ditarik kembali pada titik C

Terakhir, dengan mengikat cincin pita, masukkan jarum ke titik D, yang sedikit lebih rendah dari titik C.

Ulangi hingga membuat selembar daun. Corak daun dengan metode leaf stitch sudah tercipta.

Sejarah Perkembangan dan Proses Pembuatan Sulaman Karawo Khas Gorontalo

Sejarah Perkembangan dan Proses Pembuatan Sulaman Karawo Khas Gorontalo – Fakta membuktikan bahwa Gorontalo memiliki kerajinan yang sangat istimewa yaitu wujud Carava, di antara sekian banyak khasanah budaya yang ada di Indonesia. Salah satu alasan utama karava ini disebut sebagai kerajinan tangan istimewa adalah karena keunikan motif dan teknik pembuatan karava.

Sejarah Perkembangan dan Proses Pembuatan Sulaman Karawo Khas Gorontalo

 Baca Juga : Persiapkan Alat Dan Bahan Ini Ketika Akan Belajar Menyulam

Arti Sulaman Karawo

superziper – Karawo bisa didefinisikan selaku suatu produk seni adat khas provinsi Gorontalo yang mempunyai angka seni amat besar sebab terbuat lewat cara penyulaman buku petunjuk yang amat kompleks. Dengan corak yang bermacam- macam tidak bingung bila karawo ini jadi kerajinan tangan harapan di wilayah Gorontalo.

Dimungkinkan untuk merancang, mengiris, dan menghilangkan bagian tertentu dari serat tekstil untuk membentuk bidang dasar dan menjahit kembali serat tekstil yang ditarik untuk membentuk prinsip dasar pembentukan hiasan Karawopada bahan tekstil itu sendiri. Pola tertentu.

Apalagi dalam proses perancangan, ketrampilan membuat kesenian Karava hanya dikuasai oleh wanita yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman Kerajaan Gorontalo. Oleh karena itu, produksi seni Callaway sering dianggap sebagai simbol subordinasi perempuan Gorontalo.

Sejarah Sulaman Karawo

Memo asal usul mengatakan seni mokarawo ataupun membuat kain kerawang di Gorontalo sendiri kabarnya telah terdapat semenjak tahun 1600- an jauh saat sebelum Belanda berdaulat di area itu persisnya pada tahun 1889. Kerajinan ini ditengarai timbul dari daya cipta perempuan di Gorontalo buat memuat durasi senggang.

Dari yang awal mulanya cuma digarap selaku profesi sambilan, kerajinan karawo malah sanggup bertumbuh dengan cara energik dari durasi ke durasi. Sulaman inipun umumnya diterapkan pada busana perempuan, pakaian koko laki- laki, rukuh, kerudung, pouch, sapu tangan, alas meja meja, dasi serta lain serupanya.

Campuran corak karawo dengan bermacam warna benang yang dipadukan pada materi kain yang pas tidak cuma menciptakan sulaman kerawang yang baik serta menawan, namun lebih dari itu dalam tiap corak yang diperlihatkan pula ada angka adat yang ialah karakteristik khas wilayah Gorontalo.

Jenis-jenis bordir Karawo

Bersumber pada rupanya ada 2 kerajinan tangan khas Gorontalo yang diketahui sampai dikala ini ialah berbentuk karawo manila serta karawo ikat.

1. Manila Carabo

Manila Karawo dibuat dengan mengisi benang bordir secara berulang-ulang berdasarkan pola yang ada. Sulaman karawo manila ini banyak dijual di pasaran dan mudah ditemukan pada tekstil yang akan dijadikan pakaian, baju kerja dan pakaian pesta.

2. Karavo Ikat

Pembuatan ikat karawo dilakukan dengan mengikat bagian-bagian bahan yang telah diiris tipis-tipis dan diulirkan sesuai dengan pola yang dibuat. Sulaman ikat Karawo jenis ini biasa digunakan sebagai bahan untuk taplak meja, sarung bantal dan sarung kursi.

Perkembangan Sulaman Karawo

Jika ditengok lebih jauh, dinamika perkembangan seni rupa Karawo pada prinsipnya akan melalui berbagai tahapan dan didukung oleh berbagai faktor yang saling mempengaruhi. Berikut pembahasan selengkapnya mengenai tahapan perkembangan seni musik dan berbagai faktor yang mempengaruhi perkembangan seni musik.

1. Sebagai Aktivitas Berkesenian

Kehadiran sulaman karawo selaku keelokan konvensional awal mulanya tidaklah diniatkan buat kebutuhan menguntungkan ataupun jadi suatu bukti diri adat semacam yang diketahui saat ini, tetapi seni karawo ini malah timbul dari daya cipta orang.

Fakta kalau kerajinan karawo ini merupakah hasil dari kegiatan berkesenian ialah:

Pembuatan seni karawo umumnya cuma dicoba selaku pengisi durasi senggang untuk kalangan perempuan sehabis mereka menuntaskan profesi utama.

Tidak ditemui terdapatnya gejala ataupun jejak- jejak seni karawo dalam kehidupan kalangan adiwangsa Gorontalo, bagus pada busana ataupun barang yang lain.

Seni karawo timbul dari golongan warga pedesaan dalam bagan penuhi keinginan pokok ialah buat memperoleh faktor keelokan.

2. Sebagai aktivitas kebiasaan

Seni karawo tidaklah tercantum ke dalam tipe keelokan konvensional yang ikut serta langsung buat mensupport penerapan aktivitas adat- istiadat Gorontalo, tetapi seni karawo mempunyai kemampuan buat mensupport kelestarian adat.

Salah satu kemampuan seni karawo dalam mensupport adat merupakan kerumitannya dalam cara pengerjaannya yang membutuhkan intensitas, ketabahan, akurasi serta durasi yang lama.

Kemampuan inilah yang digunakan buat menghalangi pergaulan para wanita di luar rumah supaya senantiasa dalam pengawasan orang tuanya.

3. Sebagai Komoditas

Pengusaha Tionghoa yang tinggal di Gorontalo menjadi yang pertama menyadari potensi seni Karavaf sebagai komoditas. Dari situlah karawo yang semula diproduksi hanya sebagai bentuk ekspresi seni pribadi, lambat laun mulai diperdagangkan.

Perkembangan seni rupa sebagai komoditi seni rupa telah melahirkan profesi baru yaitu perancang pola-pola carava yang secara khusus merancang pola-pola seni rupa agar tampil di atas kain.
Munculnya industri perancang pola seni Carava merupakan faktor internal yang sangat menentukan perkembangan seni Carava selanjutnya.

4. Sebagai Simbol Identitas Budaya

Timbulnya motif- motif lokal Gorontalo yang banyak dengan angka adat berkesempatan buat menghasilkan seni karawo selaku bukti diri adat kaum Gorontalo. Dalam kondisi ini kehadiran seni Karawo tidak saja dimaknai selaku barang namun pula selaku ikon bukti diri adat.

Timbulnya seni karawo selaku ikon bukti diri serta keelokan khas Gorontalo menemukan sambutan yang hangat serta sokongan besar dari warga, paling utama di golongan anak belia.

Ketenaran serta rasa besar hati warga Gorontalo kepada seni karawo memunculkan optimisme yang kian kokoh untuk para pekerja seni karawo, sebab pekerjaan serta kreativitasnya merasa dinilai serta diperlukan.

Adanya motif- motif seni karawo yang dikreasi dari ikon- ikon lokal itu, tentu hendak menaikkan ciri seni karawo alhasil memantapkan citranya selaku bukti diri adat kaum Gorontalo.

 Baca Juga : Memahami Aliran Romantisisme 

5. Sebagai Budaya Massa

Seni karavo hadir sebagai identitas budaya budaya Gorontalo yang memiliki keunikan dan bentuk yang beragam, yang membuat masyarakat dan pemerintah Gorontalo merasa berkewajiban untuk mengembangkan dan memanfaatkan kesenian Karavo dalam berbagai kegiatan yang berskala lebih besar.

Salah satu kegiatan penting yang mewakili perkembangan dan promosi seni Callaway secara besar-besaran adalah penyelenggaraan Callaway Festival yang biasanya diadakan pada akhir tahun dalam bentuk Karnaval, Kontes Foto Callaway, dan mengikuti Caraway. kompetisi tema.

Pembuatan Sulaman Karawo

Kain bordir karawo memanglah bukan kain bordir lazim sebab tingkatan kesusahan buat buatnya dapat dibilang amat besar serta membutuhkan akurasi dan intensitas luar lazim dari pembuatnya. Memerlukan durasi 10 hari apalagi sebulan buat membuat satu produk sulaman dengan corak besar.

Terpaut dengan cara produksinya, dalam pembuatan sulaman karawo sendiri sekurang- kurangnya dibutuhkan 3 pengrajin perempuan yang ikut serta buat melaksanakan kewajiban yang berbeda- beda.

Orang awal bekerja membuat pola yang dimulai digambar di atas kertas.

Berikutnya dengan membiasakan pola di kertas, orang kedua bekerja selaku pengiris ataupun pengurai benang pada materi kain yang hendak terbuat bordir karawo.

Terakhir orang ketiga bekerja selaku penyulam materi kain yang telah diurai benang- benangnya.

Profesi terberat dalam membuat kerajinan karawo ada di bagian pengiris ataupun pengurai benang, sebab membutuhkan tingkatan akurasi serta intensitas tertentu supaya tidak memunculkan kekeliruan sedikitpun. Terus menjadi lembut tipe kain semacam kain sutra, tingkatan kesusahan pengiris ataupun pengurai kian berat.

Bersumber pada urutannya, jenjang pengerjaan sulaman karawo khas Gorontalo ini dengan cara biasa bisa dikelompokkan jadi sebagian langkah, ialah berbentuk penentuan materi kain, pembuatan konsep, langkah sayat cabut benang, membordir serta cara finishing.

Persiapkan Alat Dan Bahan Ini Ketika Akan Belajar Menyulam

Persiapkan Alat Dan Bahan Ini Ketika Akan Belajar Menyulam – Menyulam merupakan salah satu kegiatan untuk menghias media kain. Dalam proses penghiasan tersebut kain dihias dengan gambar atau pola tertentu. Kegiatan ini dimaksud untuk memberikan kesan keindahan pada kain sehingga menambah nilai estetisnya. Ada beragam teknik yang bisa digunakan dalam proses penyulaman. Hasil sulaman sendiri juga berbeda-beda seperti contohnya yaitu sulam datar, sulam timbul, dan sulam terawang. Untuk dapat melakukan proses penyulaman sendiri dibutuhkan beberapa alat dan bahan.

Berikut ini merupakan alat dan bahan yang harus dipersiapkan sebelum melakukan proses penyulaman, yaitu :

1. Rader dan Karbon Jait
Alat menyulam yang harus dipersiapkan yaitu rader dan karbon jahit. Antara rader dan karbon jahit sendiri memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya. Fungsi dari kedua alat sulam tersebut yaitu untuk mempermudah pembentukan pola di atas kain. Menggunakan kertas karbon yang berwarna-warni untuk memindahkan gambar ke atas media untuk menyulam. Penggunaannya cukup sederhana yaitu dengan meletakkan karbon di kedua sisi media menyulam kemudian menekan rader untuk membentuk pola tertentu.

2. Gunting
Alat menyulam yang tak kalah penting yaitu gunting. Gunting yang digunakan untuk menyulam diutamakan terbuat dari bahan logam. Hal ini akan mempermudah dalam proses pengguntingan kain ataupun untuk memotong benang. Sediakan gunting logam dalam berbagai macam ukuran mulai dari yang besar hingga yang kecil.

3. Jarum
Penggunaan jarum untuk menyulam sendiri disesuaikan dengan jenis kain dan benang yang digunakan untuk menyulam. Seperti misalnya yaitu jarum runcing yang biasanya lebih digunakan untuk menyulam berbagai macam sulaman bebas pada turunan polos. Sedangkan untuk pembuatan hiasan yang biasanya dilakukan pada kain strimin sendiri perlu menggunakan jenis jarum tumpul. Penggunaan jarum tumpul juga biasa digunakan pada hitungan hitungan tertentu ketika proses penyulaman. Selain itu siapkan juga jarum pentul yang bahannya terbuat dari logam dan plastik. Jarum pentul ini memiliki fungsi untuk mengaitkan antara motif dengan media penyulaman.

4. Benang
Bahan yang harus ada ketika akan menyulam yaitu benang. Pemilihan benang sendiri bisa disesuaikan dengan jenis media yang digunakan untuk menyulam. Karena nantinya penggunaan benang hias tersebut harus cocok dan sesuai dengan jenis kain yang digunakan. Seperti contohnya untuk menyulam kain yang tipis dan halus lebih cocok menggunakan jenis benang hias mouline. Benang tiara akan lebih cocok digunakan untuk menyulam kain yang memiliki bahan lebih tebal dengan pori-pori yang cukup besar. Kain yang digunakan untuk menyulam juga tidak sembarangan.

5. Kapur Jahit
Bahan yang perlu dipersiapkan untuk menyulam yang selanjutnya yaitu kapur jahit. Hampir sama ketika melakukan proses menjahit penggunaan kapur jahit ini bisa dimanfaatkan untuk membentuk garis pada media kain yang digunakan untuk menyulam. Hal ini akan mempermudah dalam proses penyulaman karena garis tersebut bisa menjadi di patokan dalam proses penyulaman.

6. Pendedel
Alat yang selanjutnya yaitu pendedel. Pendedel ini dapat digunakan ketika dalam proses penyulaman terdapat kesalahan. Maka menggunakan pendedel ini sulaman bisa dibongkar dan diulang kembali.

7. Pita Pengukur
Pita pengukur juga perlu dipersiapkan ketika akan menyelam. Fungsi dari meteran atau pita ukur ini yaitu untuk mengukur media kain yang akan digunakan untuk menyulam. Selain itu juga bisa digunakan untuk mengukur berbagai macam alat dan bahan yang lain.

8. Pemidangan
Alat yang tidak kalah penting dalam proses penyulaman yaitu pemidangan. Pada umumnya alat ini berbentuk bulat dan terbuat dari kayu. Fungsi dari pemidangan dalam proses penyulaman sendiri yaitu untuk mengencangkan kayu ketika proses penyulaman berlangsung. Dengan adanya pemidangan ini maka media kain tidak berkerut dan lebih rata sehingga mudah untuk disulam.

Itu tadi merupakan alat dan bahan yang perlu disiapkan ketika akan melakukan penyulaman. Jika anda binggung, dimana harus mencari dan membeli alat & bahan tersebut, maka kunjungilah situs yang menjual segala peralatan menyulam yang anda butuhkan. Dengan melakukan penyulaman sendiri dapat menuangkan kreativitas diri yang baik untuk pikiran. Selain menjadi hobi menyulam bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang baik untuk kedepannya.

Tiga Jenis Bahan Yang Kerap Dipakai Saat Menyulam

Tiga Jenis Bahan Yang Kerap Dipakai Saat Menyulam – Di era modern ini, kita kerap mendengar dengan kata menyulam. Apakah kalian tahu apa itu menyulam? Menyulam merupakan sebuah keterampilan dengan bermacam-macam cara dan teknik yang dimiliki oleh seseorang dalam membuat kekreativan yang dituangkan ke dalam bentuk media kerajinan baik itu berupa pola maupun gambar yang terdapat pada kain serta memiliki nilai estetik dan keindahan. Kerap kali kita mendengar kata menyulam ini baik itu pada gawai maupun pada pendidikan. Kegiatan seperti menyulam ini biasanya sering dilakukan oleh orang-orang dulu seperti nenek maupun ibu kita. Saat kita sekolah, kita diajarkan guru untuk praktik menyulam dan karena sudah lama tidak mencobanya kita menjadi lupa. Kegiatan menyulam ini bisa kita gunakan untuk mengisi hari libur maupun pada saat kita tidak ada kerjaan. Kegiatan ini membuat dan melatih kesabaran serta ketelitian kita. Tidak hanya itu, praktik menyulam ini membuat kreatifan dan inovatif kita meningkat.

Sebagian orang terlebih lagi bagi anak millennium, menyulam merupakan kegiatan yang kuno. Padahal, kegiatan ini mempunyai banyak manfaat. Tidak hanya melatih kreatif saja, praktek ini juga bisa menghasilkan duit. Apabila kita menyulam dengan sangat teliti dan menarik, hasil produk sulaman kita ini bisa kita jual ke teman-teman maupun orang terdekat kita. Menyulam memiliki banyak ragam dan jenisnnya. Dalam jenis sulaman ini, bahan yang dipakai terbagi menjadi 3 kategori yaitu :
• Sulaman benang
Kerajinan sulaman benang ini dapat kita temui di dalam kehidupan kita sehari-hari. Barang yang dihasilkan dari sulaman benang ini sangatlah bagus. Kerajinan sulaman benang merupakan sebuah karya seni yang menghiasi kain dengan bahan pokoknya benang. Teknik ini dilakukan secara dekoratif menggunakan banyak macam teknik tusukan yang membentuk gambar dan pola. Produk yang dihasilkan dari menyulam benang ini seperti kerudung, tas, dan pakaian. Jenis sulam ini masih termasuk teknik dasar dalam melakukan menyulam. Sebagian orang maupun pemula tentu sangat kesulitan dalam menyulam dengan teknik ini. Namun produk yang dihasilkan memanglah sangat bagus dan dapat kita jual.

• Sulaman mute-mute atau payet
Kerajinan ini merupakan hasil seni hias kain dengan berbahan dasar payet. Dalam membuat sulaman ini, bahan dan alat yang digunakan sangat berbeda dari sulaman biasanya. Tidak hanya itu, teknik yang dipakai juga tidak sama.

• Sulaman pita
Sulaman jenis ini banyak digemari oleh pemula. Sulam pita merupakan kerajinan sulam yang berbahan dasar pita dengan berbagai jenis, ukuran, dan variasi pita. Kerajinan jenis pita ini memiliki efek tiga dimensi karena hasil yang didapat timbul. Selain itu, produk yang dihasilkan ini lebih inovatif dan kreatif. Hal ini dikarenakan pita yang digunakan banyak ragam warna dan ukuran. Sulaman pita ini memiliki 2 aliran yaitu aliran jepang dan aliran eropa. Kerajinan sulaman pita aliran jepang ini berbahan dasar pita. Namun pita yang digunakan dalam aliran ini berbahan dasar satin. Teknik dalam membuat kerajinan ini sama seperti menyulam pada umumnya. Hasil produk sulaman pita jepang ini antara lain taplak meja, baju, maupun kotak tisu. Kerajinan ini dibuat memang sebagai hiasan. Sedangkan aliran pita eropa ini menggunakan pita organdi. Teknik dalam membuat sulaman pita ini cukup sulit jika dibandingkan dengan jenis aliran jepang. Dalam membuatnya, pita eropa ini dirangkai menjadi suatu pola ataupun bentuk lalu direkatkan ke kain. Setelah itu, jahitlah pita pola ke kain.